"Saya enggak ngerti kenapa Persib mesti didenda Rp 1 miliar," kata Direktur PT PBB Muhammad Farhan saat dihubungi detikbandung, Rabu (14/12/2011).
Pada salah satu poin di surat keputusan itu disebutkan, Persib harus mengembalikan seluruh kompensasi yang diberikan PT LPIS. Itu karena Persib diklaim PSSI sudah menerima revenue sharing sebanyak Rp 250 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disinggung apakah uang Rp 250 juta yang disebutkan tersebut merupakan bagian dari Rp 1 miliar yang diberikan PT LPIS, Farhan mengaku tidak tahu.
"Teuing atuh (enggak tahu - red). Pokoknya Persib harus mengembalikan segala kontribusi dari PT LPIS. Setelah kita selidiki ternyata kita tidak pernah menerima uang sepeser pun, apalagi sampai Rp 1 miliar. Kalau dikatakan kita sudah menerima Rp 250 juta, maaf, buktinya mana, uangnya ditransfer ke siapa, tanggal berapa? Kita butuh bukti nyata," jelasnya.
Ia sendiri mengakui PT PBB memang sempat mendapat tawaran suntikan dana Rp 1 miliar sebagai bentuk revenue sharing dari PT LPIS sebelum IPL bergulir. "Tapi kita tolak," tegasnya.
Farhan mengaku, kontribusi yang diberikan PT LPIS buat Persib hanya bola untuk latihan skuad 'Maung Bandung'. "Bola akan kita kembalikan, kelihatannya mereka memang membutuhkan bola itu," sindirnya.
Dibanding klub lain, Persib memang harus membayar denda dua kali lipat lebih besar dari denda yang harus dibayarkan klub lain. Disinggung hal itu dirasa sebuah ketidakadilan, ia membenarkannya. "Iyalah, enggak (adil) dong. Kenapa cuma Persib yang didenda Rp 1 miliar," tandas Farhan.
Diberitakan sebelumnya, selain denda Rp 1 miliar, Persib mendapat beragam sanksi lainnya mulai dari didiskualifikasi sebagai peserta IPL musim 2011/2012, degradasi ke Divisi Utama musim 2012/13, hingga larangan melakukan transfer pemain dan transfer matching system (TMS) 2011/2012.
(ors/ern)










































