Diperiksa di Persidangan, Hakim Imas Terus Menangis

Diperiksa di Persidangan, Hakim Imas Terus Menangis

- detikNews
Selasa, 13 Des 2011 19:54 WIB
Diperiksa di Persidangan, Hakim Imas Terus Menangis
Bandung - Terdakwa perkara dugaan suap Imas Dianasari, Hakim Adhoc PHI, tak henti menangis sepanjang sidang di Pengadilan Tipikor Bandung, Selasa (13/12/2011). Agenda sidang hari ini yaitu mendengarkan keterangan terdakwa. Namun hanya sedikit saja keterangan yang diberikan Imas, karena Imas lebih banyak diam dan menangis. Seringkali Imas juga menyebut lupa saat ditanyai jaksa penuntut umum.

Mengenakan kerudung dan atasan putih serta celana hitam, Imas terlihat menunduk di hadapan Majelis Hakim yang dipimpin oleh Singgih Budi Prakoso. Ia pun terlihat tidak fokus menjawab pertanyaan dan sesekali menyeka air matanya dengan tangan.

Dalam sidang tersebut Imas menyatakan mencabut pernyataannya dalam BAP. Namun saat ditanya yang mana yang dicabut, Imas pun tak bisa menerangkan, sementara jaksa terus mencecarnya dengan pertanyaan. Misalnya tentang sejak kapan Imas mengenal Odih, jaksa menanyakan versi mana yang benar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Imas mengaku, saat BAP dibuat, dirinya dalam keadaan tertekan. "Saya takut banget diperiksa KPK," ujar Imas.

Ia pun mengaku mendapat penekanan dari penyidik. "Mereka bilang, kalau mau suaminya dibawa ke sini. Enggak tau maksudnya apa," katanya.

Dalam kesempatan itu Imas mengatakan bahwa awalnya ia hanya ingin membantu PT Onamba Indonesia dengan memberikan konsultasi. "Tujuannya bantu orang malah celaka. Ini baru pertama kali saya lakukan. Saya menyesal. Saya sakit lahir batin. Apalagi saya punya anak kecil di rumah," tutur Imas sambil menyeka air matanya.

Usai sidang, Imas terlihat duduk sambil menunduk dan menangis di depan ruang sidang. Sidang pun akan dilanjutkan pada Rabu (21/12/2011) dengan agenda tuntutan.

Hakim Imas dan OJ ditangkap petugas KPK di Bandung, Jawa Barat, Kamis malam, 30 Juni 2011. Saat menangkap mereka, KPK menyita barang bukti berupa uang sejumlah Rp200 juta dan sebuah mobil Toyota Avanza berwarna hitam dengan nomor polisi D 1699 VN milik Imas.

(tya/ern)


Berita Terkait