"Sangat disayangkan Radovic sama Gaspar dimainkan bareng, dua-duanya punya tipe permainan yang hampir sama," ujar legenda Persib era 1990-an Yudi Guntara saat dihubungi detikbandung, Selasa (13/12/2011).
Menurutnya, Radovic dan Gaspar merupakan pemain bertipikal stylish alias lebih mengandalkan teknik ketimbang kengototan dalam bermain. Akibatnya, alur serangan Persib terhambat karena kekuarangan pemain berkarakter pendobrak pertahanan lawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yudi mengatakan, Radovic merupakan pemain yang mengandalkan kemampuan memberi umpan matang bagi rekannya. Begitu juga dengan Gaspar.
"Mereka juga mengandalkan set piece dalam bermain untuk dimaksimalkan jadi gol, baik bagi dirinya atau pemain lain," tutur pria yang mengantar Persib meraih titel juara Liga Indonesia I di musim 1994/1995.
Ia pun menyarankan, jika Radovic dimainkan, sebaiknya posisi Gaspar digantikan pemain, begitu juga sebaliknya. "Agak kurang cocok kalau mereka dimainkan bareng," tandasnya.
Selama ini, pelatih Persib Drago Mamic menerapkan formasi 4-2-3-1. Gaspar ditempatkan sebagai gelandang bertahan bersama Hariono. Sementara Radovic dimainkan sebagai playmaker atau gelandang serang dengan diapit Atep dan M Ilham sebagai pemain sayap.
Drago bahkan sempat memuji penampilan trio Radovic-Gaspar-Hariono akan menjadi trio gelandang maut di Indonesia. Ketiganya dinilai tampil memukau bersama Persib karena satu sama lain saling berkoordinasi dan punya kemampuan individu menawan.
(ors/ern)











































