Tri Ispranoto (20), warga Bandung Wetan, menilai kejadian yang dianggap lucu itu seharusnya tidak berbuntut panjang hingga salah satu pihak melapor kepada polisi. Tri memandang, insiden 'Suster Ngesot' ini dapat diambil sebagai pelajaran bagi semua pihak agar tidak terulang lagi.
"Saya baca beritanya di koran, ya lucu saja. Iseng sih boleh saja. Tapi harus siap menerima risikonya. Coba kalau koordinasi dulu dengan pihak keamanan, mungkin beda cerita," jelas mahasiswa PTN itu saat ditemui di kawasan Alun-alun Kota Bandung, Selasa (13/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya melihat kejadian ini tak perlu sampai ke jalur hukum. Bila terus berlanjut, justru menyita waktu dan pikiran. Satpam terganggu kerjanya, terus mahasiswi itu juga bisa terbengkalai kuliahnya. Semestinya masalah seperti ini diselesaikan secara damai saja," harap Tri.
Hal yang sama juga diutarakan Aviani (21), warga Tamansari. Aviani menyesalkan sikap orangtua Mega yang reaktif dengan melaporkan satpam ke polisi. "Harusnya dari awal ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Ya saya lihat sih satpam menendang kan juga karena spontan," ujarnya.
Pendapat yang sama juga diutarakan Kriminolog Unpad Yesmil Anwar sebelumnya. Menurutnya kedua belah pihak bisa saling melaporkan. Karena itu, sebaiknya kedua belah pihak berdamai saja.
(ern/ern)











































