"Kegiatan ini sekaligus sebagai momen Hari Hak Asasi Manusia (HAM). Kami berdoa dan mengheningkan cipta kepada Sondang," jelas Juru Bicara Aljabar, Dadan Ramdan, saat ditemui di sela aksi.
Ia menambahkan, doa dan heningkan cipta itu tak hanya khusus buat Sondang. Tetapi juga untuk korban HAM serta pejuang HAM macam aktivis Kontras yakni Munir.
Disinggung soal aksi bakar diri yang dilakukan mahasiswa Universitas Bung Karno tersebut, menurut Dadan kejadian itu sebagai bentuk kekecewaan terhadap persoalan ketidakadilan yang terjadi di Indonesia. Bisa jadi, jelas Dadan, aksi Sondang hingga mempertaruhkan nyawa itu suatu penyikapan terhadap persoalan sosial, politik, hukum, serta ekonomi di negeri ini yang dianggap terlilit masalah tak kunjung tuntas.
"Sondang jadi martil atas perjuangannya. Walau memang aksi bakar diri tak meningggalkan pesan apa-apa, tetapi itu bentuk penyikapan atas kekecewaan terhadap ragam masalah di negeri ini," terang Dadan.
Sebuah poster menampilakan wajah Sondang tertempel di mobil komando peserta aksi. Poster itu bertulis: 'Tragesi Sondang, Tragedi Kita. Tragedi Indonesia'
Aksi ratusan orang itu mendapat penjagaan dari puluhan aparat kepolisian. Kondisi arus lalu lintas di depan Gedung Sate tampak lancar.
(bbp/ern)











































