Satpam Penendang 'Suster Ngesot' Dikabarkan Shock

Satpam Penendang 'Suster Ngesot' Dikabarkan Shock

Baban Gandapurnama - detikNews
Senin, 12 Des 2011 20:23 WIB
Satpam Penendang Suster Ngesot Dikabarkan Shock
Bandung - Satpam Apartemen Galeri Ciumbuleuit, Sunarya, dikabarkan shock setelah refleks menendang 'Suster Ngesot' yang diperankan Mega Tri Pratiwi (20). Sunarya tak menyangka insiden tersebut muncul menjadi pemberitaan di sejumlah media massa.

"Kondisi sekarang shock. Sementara kami izinkan dia untuk istirahat. Ya, karena (kejadiannya) masuk koran," ungkap Director PR and Communications Group Bird Management (Apartemen Galeri Ciumbuleuit) Ossie Himawan, saat dikonfirmasi wartawan di Galeri Ciumbuleuit, Jalan Ciumbuleuit, Senin (12/11/2011).

Ucapan itu disampaikan Ossie saat sejumlah wartawan meminta izin untuk bisa meminta penjelasan dari mulut Sunarya langsung. Ossie pun meminta pengertian jurnalis agar mengerti kondisi psikologis yang dihadapi satpam dua anak tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mohon pengertiannya ya," pinta Ossie.

Ia menuturkan, Sunarya sudah bekerja menjadi petugas sekuriti Apartemen Ciumbuleuit selama empat tahun. Jumlah sekuriti yang bertugas di tempat ini totalnya 24 orang yang terbagi sesuai shift.

Dalam berita sebelumnya, Mega beraksi ala suster ngesot untuk menakuti temannya yang sedang berulang tahun bernama Fitra, Sabtu dini hari (10/12/2011). Mereka menginap di Apartemen Galeri Ciumbuleuit Mega dan empat temannya menunggu Fitra dan 3 teman lainnya yang sedang makan. Usai makan, mereka pun naik ke kamar melalui lift. Mega pun menunggu sendiri di depan lift sambil berpose ala suster ngesot sementara empat teman lainnya menunggu.

Di dalam lift, tak hanya Fitra dan 3 temannya saja, ada juga satpam dan seorang pegawai Apartemen Galeri Ciumbeluit lainnya. Ketika pintu terbuka, tiba-tiba satpam yang posisinya di bagian belakang penumpang lift langsung maju dan menendang Mega hingga harus dibawa ke rumah sakit.

Tidak terima dengan tindakan satpam, orangtua Mega yang mengaku pengusaha batubara di Kalimantan itu melaporkan satpam ke polisi dengan aduan penganiayaan.

(bbp/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini