"Rata-rata saya nyuri satu menit. Itu nyurinya pake kunci astag," kata YM ditemui di Mapolsek Lengkong, Jalan Buahbatu, Kamis (8/12/2011).
Dalam melancarkan aksinya, YM biasanya mencuri dadakan di tempat yang ditemuinya. Saat ada motor terparkir tanpa penjagaan, ia secara spontan melancarkan aksinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
YM mengatakan, motor yang jadi incarannya tidak melulu sepeda motor jenis tertentu. Namun, ia lebih sering mengincar sepeda motor matic karena lebih mudah digasak. "Motor matic lebih ringan daripada motor bebek," ungkapnya.
Dalam beraksi, YM ngaku hanya sendirian. Didorong kebutuha membiayai istri dan dua anaknya, ia terpaksa jadi pencuri karena tidak punya keahlian lain.
"Saya belajar nyuri motor dari teman yang lebih dulu suka nyuri," ucapnya. Dalam seminggu, rata-rata ia mampu mencuri satu motor yang kemudian dijual ke daerah lain dengan harga Rp 1-2 juta.
YM sendiri bukan kali ini saja ditangkap polisi. Ia merupakan residivis dengan sejarah tertangkap hingga tiga kali untuk kasus yang sama. Namun kali ini ia mengaku kapok.
(ors/ern)











































