Humas PT Jamsostek Kanwil IV Jabar-Banten Ahmad Satria Kautsar mengatakan kerjasama ini diawali oleh Alwari pada Juli 2011, lalu sebulan kemudian diikuti AJI Bandung. Tercatat dari Alwari 25 orang dan AJI Bandung 15 orang.
"Dan saat ini proses kerjasama dengan IJTI (ikatan jurnalis televisi Indonesia-red) di Bandung. Bahkan kabarnya organisasi wartawan foto juga akan bergabung dengan Jamsostek," ujar Satria, panggilan akrabnya, saat dihubungi detikbandung, Senin (5/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita akan sekarang sudah online, jadi tak masalah kerja di wilayah mana pun," jelas Satria.
Menurut Satria kerjasama Jamsostek Jabar-Banten dengan organisasi wartawan merupakan kali pertama. "Kita menjadi pionir, menjadi pilot project daerah lainnya. Kabarnya juga ini akan diikuti oleh kontributor daerah lainnya di Indonesia," ungkapnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, para kontributor itu mengikuti empat program yaitu jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan kematian (JK), jaminan hari tua (JHT), dan jaminan pemeliharaan kesehatan (JPK).
"Untuk JPK, mengcover si peserta, istri, dan tiga orang anak. Selain rawat inap, itu bisa rawat jalan, gigi, juga melahirkan," terangnya.
Tak hanya itu, per 1 Desember 2011, seluruh pemegang polis Jamsostek akan dilayani untuk perawatan cuci darah, kanker, dan HIV/AIDS.
Para peserta Jamsostek juga akan diberi kemudahan untuk mengambil kredit kepemilikan rumah (KPR). Bagi peserta yang belum mempunyai rumah akan diberi pinjaman untuk uang DP rumah sebesar Rp 25 juta untuk gaji berkisar Rp 1 juta hingga Rp 5 juta. Bagi yang bergaji di atas Rp 5 juta hingga Rp 10 juta, akan diberi pinjaman Rp 35 juta. Sementara gaji di atas Rp 10 juta, akan diberi pinjaman DP rumah Rp 50 juta.
"Jadi saya imbau bagi kontributor di mana pun yang belum tercover Jamsostek, segeralah mendaftar. Namun harus kolektif. Kan bisa saja melalui AJI Bandung atau Alwari yang sudah bekerjasama dengan kita," imbau Satria.
(ern/ern)










































