"Siapapun pemain yang tidak punya ITC, itu tidak boleh main. Kami tidak akan melanggar aturan," kata Sekretaris PT LI Tigor Shalom Boboy di Kantor PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Jalan Sulanjana, Jumat (2/12/2011) petang.
Menurutnya, para pemain asing yang belum punya ITC diharapkan bisa segera memilikinya. Dengan begitu, maka para pemain asing segera bisa merumput bersama timnya masing-masing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disinggung soal aturan pemain asing yang boleh digunakan klub peserta LSI, ia menyebut aturan yang sama dengan aturan musim lalu. "Klub boleh punya lima pemain asing, tiga non Asia dan dua pemain asing Asia. Untuk kuota pemain satu klub, maksimal tiap tim boleh punya pemain hingga 30," tandas Tigor.
Semua pemain asing yang beredar di Indonesia jelas harus punya ITC, apalagi kepada pemain yang baru pertama kali merumput. Selain itu, pemain yang sudah pernah bermain di Indonesia, pindah ke luar negeri, kemudian kembali ke Indonesia juga wajib memenuhi persyaratan tersebut.
Hal itu diketahui setelah adanya surat yang dikeluarkan PSSI tentang permintaan ITC melalui transfer macthing system (TMS). Di surat dengan nomor 2366/AGB/146/XI-2011 tertanggal 29 November 2011 (ditandatangani Sekjen PSSI Tri Gostoro) itu disebutkan pemain asing baru tidak dapat disahkan dan tidak dapat dimainkan dalam kompetisi, khususnya di pertandingan putaran pertama.
Di surat itu disebutkan bahwa surat permohonan yang disampaikan PSSI kepada FIFA TMS dan FIFA Player Status tidak dapat dikabulkan. Otomatis, permintaan ITC bagi pemain asing yang baru bermain di Indonesia baru bisa dilakukan pada jeda transfer window. Transfer window sendiri dimulai 1-29 Februari 2012.
Namun di surat itu disebutkan permintaan ITC dimohon PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) yang merupakan pengelola kompetisi Indonesian Premier League (IPL). Kendati demikian, surat tersebut ditujukan kepada seluruh manajer Klub di Indonesia.
(ors/ern)











































