"Saya ini sedih kalau ditanya kejadian itu. Seperti dihabisi rasanya. Karena itu yang diambil data-data penting tentang kegunungapian, bencana alam, longsor dan lainnya. Sedikit-sedikit saya kumpulkan itu sampai sebanyak itu," ujar Surono saat dihubungi detikbandung via telepon selulernya, Jumat (2/12/2011).
Ia mengatakan barang yang digondol pencuri yaitu sebuah tas berisi laptop merek Dell, 9 flashdisk dan uang Rp 800 ribu. Namun yang paling penting adalah data-data yang berada di dalamnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun kini Surono merasa sangat kerepotan untuk kembali mengumpulkan data tersebut karena ia mengaku data-data itu tidak ada back up-nya. "Itu semua data utama yang saya bawa untuk presentasi di Yogyakarta. Dengan data-data itu, saya bisa membuat presentasi dengan mudah dan cepat. Eh, malah hilang," tuturnya.
"Saya ini jadi kaya orang baru lagi. Harus mulai ngumpulin lagi sedikit-sedikit. Itu pasti merepotkan," tambah Surono.
Apalagi ia harus membuat presentasi untuk sebuah acara di Paris pada 16 Desember mendatang. "Ya harus cari-cari dan ngumpulin lagi," ujarnya.
(tya/ern)










































