Malang nian nasib Barnas Tisna Dinata, warga Jalan Cilimus, RT 7 RW 6, Kelurahan Isola, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung. Keluarga terpaksa memasung pria berusia 46 tahun itu lantaran mengalami gangguan jiwa dan kerap meresahkan warga.
"Dia sangat beringas. Sering ngamuk dan merusak rumah warga. Maka kami memutuskan memasungnya," jelas kakak kandung Barnas yakni Danu Tisna Dinata, saat ditemui di kediamannya, Jalan Cilimus, Rabu (30/11/2011).
Pemasungan Barnas oleh pihak keluarga sudah berlangsung empat tahun atau sejak akhir 2008. Ia dipasung di sebuah bangunan bekas rumahnya. Namun hingga kini, rantai bergembok yang melilit kaki kirinya sering lepas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, bapak dua anak itu berperilaku normal tanpa kendala. Tanda-tanda kelainan jiwa terjadi usai Barnas mengalami kecelakaan pada pergantian tahun 2007 ke 2008 di daerah Ciheudeng saat menuju Lembang. Barnas yang dibonceng rekannya, Asep Gomar, memakai sepeda motor, terpelanting saat motor rem mendadak menghindar mobil dari arah berlawanan.
"Tubuh Barnas terbang setinggi tiga meter dan kepalanya kena batu saat jatuh ke jalan. Batunya menancap di kepala bagian kiri. Hingga kini, bekas luka di kepala kirinya itu bolong berukuran kecil. Sementara temannya tidak apa-apa," kisah Danu.
Barnas lalu dilarikan ke RS Hasan Sadikin. Selama tiga hari pria itu tidak sadarkan diri. Setelah itu, Barnas dibawa ke rumah dan sadar.
Sejak itulah Barnas berubah drastis 100 persen. Dia tiba-tiba sering memecahkan kaca rumah warga, serta nyelonong masuk rumah mengambil barang-barang milik orang lain.
"Bahkan, dia juga memukul warga bila ditegur atau menyinggungnya," ucap Danu.
Sementara keluarga, tetap meperhatikan kondisi Danu. Saban hari Danu dan keluarga lainnya mengantar makanan atau minum di bangunan yang sebagian temboknya bolong akibat dirusak Barnas.
(bbp/ern)











































