Dituturkan Yori, dirinya mengupah seorang tukang untuk membuat parit di samping rumahnya. Si tukang pun mulai menggali sekitar pukul 09.00 WIB. Baru setengah meter menggali, si tukang melapor pada dirinya jika ia mengenai sebuah besi saat mencangkul.
"Pak ada besi, kata si tukang tadi ke saya. Ya udah saya minta dia menggali di pinggir besi itu. Awalnya kita kira itu pipa," ujarnya kepada wartawan ditemui di rumahnya di Jalan PSM No 29 RT 7 RW 12 Kelurahan Kebonjayanti Kecamatan Kiaracondong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah terlihat hingga ujung, benda itu pun ditarik menggunakan tambang plastik. Posisi benda mirip proyektil meriam itu berdiri tegak lurus. Dengan ujungnya yang mengerucut di bagian bawah.
"Pas dilihat sudah berkarat. Tadi kita sempat siram air biar keliatan. Enggak terlihat tulisan apa pun, karena sudah berkarat," katanya.
Yori yang sempat mengukur proyektil meriam itu mengatakan diameter ujungnya 20 cm dengan bagian tengah yang membulat 30 centimeter. Panjangnya 70 centimeter. "Beratnya saya perkirakan sih sekitar 70 kilogram," tuturnya.
Kemudian pukul 13.30 WIB, Yori melapor ke Polsek Kiaracondong. Lalu pada pukul 16.00 WIB, garis polisi dipasang. Saat ini masih menunggu tim gegana Polda Jabar.
Sementara itu ratusan warga menyemut di sekitar rumah Yori. Mereka penasaran melihat proyektil meriam itu yang dipasangi garis polisi.
(tya/ern)










































