Gabung dengan LSI, Persib Ogah Bicara Sanksi dari PSSI

Gabung dengan LSI, Persib Ogah Bicara Sanksi dari PSSI

- detikNews
Selasa, 22 Nov 2011 13:20 WIB
Gabung dengan LSI, Persib Ogah Bicara Sanksi dari PSSI
Bandung - Persib Bandung ogah bicara soal sanksi dari PSSI jika jadi gabung di kompetisi Liga Super Indonesia (LSI). Persib beralasan sanksi merupakan kewenangan PSSI untuk berkomentar, bukan ranah 'Maung Bandung'.

"Kayaknya itu tidak pas kalau ditanyakan ke Persib. Mungkin itu bisa ditanyakan ke PSSI," kata Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Kuswara S Taryono di Cafe Persib, Jalan Sulanjana, Senin (21/11/2011) petang.

Disinggung kemungkinan terburuk yang bakal diterima Persib, Kuswara juga ogah menanggapinya. "Khusus pertanyaan itu, saat ini saya belum bisa jawab dulu," elaknya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk itu, sambung Kuswara, PT PBB akan terus mengomunikasikan dengan PSSI soal permasalahan dualisme kompetisi yang ada. Persib pun bakal meminta PSSI menyelesaikan semua persoalan yang ada.

"Sejauh ini PSSI juga masih mencari jalan keluar atas persoalan ini," tutur pria yang berprofesi sebagai pengacara itu.

Menurutnya, masalah sanksi merupakan kebijakan PSSI. Namun lagi-lagi, Persib tak bisa menjawab siap dengan segala konsekuensi jika main di LSI.

"Itu bukan kompetensi kita. Tapi kita berpesan kepada PSSI agar hati-hati (jika memberikan sanksi)," ucapnya.

Hingga kini, LSI yang notabene merupakan hasil Kongres PSSI di Bali awal tahun ini, belum mendapat pengakuan dari PSSI. Sementara Indonesian Premier League (IPL) sudah mendapat pengakuan PSSI meski tidak sesuai dengan hasil Kongres.

Persib yang sempat menyatakan gabung di IPL pun berubah pikiran untuk hijrah ke LSI. Itu jika syarat Persib untuk gabung di IPL tidak bisa dipenuhi PSSI. Syarat itu yakni peserta kompetisi harus 18 klub dan sesuai statuta serta hasil Kongres PSSI.

Persib pun memberi deadline pada PSSI untuk memenuhi syarat itu maksimal sebelum 26 November. Jika tidak bisa dipenuhi, Persib dipastikan akan berkiprah di LSI.

(ors/ern)


Berita Terkait