Setelah menyatakan akan berkiprah di Indonesian Premier League (IPL), Persib Bandung goyah dan mengisyaratkan akan bergabung di Liga Super Indonesia (LSI).
Itu setelah Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Risha Adi Wijaya hadir dalam manager meeting PT Liga Indonesia (LI) selaku pengelola kompetisi LSI di Jakarta, Minggu (20/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengingat waktu yang makin mepet, Persib membidik satu kursi peserta di LSI. Jika PSSI tidak bisa memenuhi syarat yang diajukan Persib, 'Maung Bandung' dipastikan akan berlabuh ke LSI.
"Dengan banyak pertimbangan, kemungkinan kita akan ikut LSI jika PSSI tidak bisa memenuhi syarat yang kita berikan," kata Kuswara dalam Konferensi pers di Cafe Persib, Jalan Sulanjana, Senin (21/11/2011).
Dijelaskan Kuswara, syarat yang diajukan Persib ke PSSI sudah jelas yakni sesuai dengan hasil Kongres PSSI. "Liga terdahulu (hasil Kongres PSSI) kan sudah jelas, 18 klub pesertanya kita juga ingin yang notabene sesuai dengan koridor yang ada," tuturnya.
Menilik perkembangan terakhir, LSI diklaim bakal diikuti mayoritas peserta LSI musim lalu. Sebaliknya di IPL, pesertanya lebih banyak tim 'baru' dan tidak seharusnya berada di kasta sepakbola tertinggi.
Misalnya Bontang FC yang harusnya degradasi, termasuk klub eks Liga Primer Indonesia (LPI) seperti Persema Malang dan PSM Makassar. Harusnya, klub-klub itu tidak ada di kasta tertinggi jika mengikuti hasil Kongres PSSI.
Sementara bagi Persib, Kuswara mengatakan Persib ingin bersaing di kompetisi dengan atmosfer pertandingan yang baik.
"Bukan apa-apa, untuk ikut kompetisi itu kita butuh atmosfer yang sedemikian tinggi," tegasnya.
Ia menambahkan, saat ini Persib memberi deadline syarat yang diinginkan bisa dipenuhi sebelum 26 November. Dan mengacu ke pendaftaran jadi peserta LSI, Persib punya batas waktu hingga 24 November.
"Melihat waktu yang mepet. Kalau PSSI tidak bisa memenuhi syarat kita, Persib akan ikut di kompetisi itu (LSI - red)," tandas Kuswara.
(ors/ern)
