Kegiatan yang akan berlangsung selama satu minggu ini bertujuan untuk menumbuhkan regenerasi baru perajin batik. Karena perajin batik saat ini sudah berumur.
"Kita ingin melakukan regenerasi. Karena para perajin batik di daerah-daerah itu usianya sudah tua. Matanya sudah tidak melihat dengan jelas, ada yang saat membatik tangannya sudah bergetar. Maka itu perlu ada regenerasi," ujar Ketua Yayasan Batik Jabar, Shendy Yusuf, kepada wartawan usai membuka pelatihan batik terpadu, Senin (21/11/2011).
Pelatihan yang diikuti perajin usia 35 tahun ke bawah ini meliputi pengenalan desain batik secara umum, cara penggunaan dan cara pembuatan canting cap, dan bagaimana mengaplikasikan desain batik pada batik cap. Para peserta pelatihan ini adalah perajin yang sudah mempunyai pengalaman membuat batik. Mereka semua laki-laki.
"Peserta ini adalah mereka yang punya bakat di bidang membatik. Kalau masih awam tidak akan cukup waktu satu minggu. Misalnya perajin ini hanya bisa mencanting saja tapi di sini bisa belajar batik cap," kata Shendy.
Menurut Shendy, pelatihan yang bekerjasama dengan Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia ini akan terus dilakukan setiap tahunnya. "Ini pelatihan pertama yang kami buat. Ke depannya akan ada pelatihan dengan peserta yang berbeda. Kebetulan kami bekerjasama dengan dinas pariwisata dan kebudayaan masing-masing daerah di Jabar, untuk mendapatkan data-data perajin Jabar," jelas Shendy.
(avi/ern)











































