"Persib 1933 ini bukan klub tandingan seperti yang terjadi di Jakarta (Persija), Surabaya (Persebaya), atau Malang (Arema). Persib 1933 ini bukan seperti itu," tegas mantan pemain Persib era 1980-an Bambang Sukowiyono.
Hal itu dikemukakan Suko, sapaan akrabnya, saat ditemui detikbandung di Sekretariat PSSI Jabar, Jalan Lodaya, Jumat (18/11/2011) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Contohnya, para pemain hasil binaan klub atau PS anggota Persib tidak dipakai oleh 'Maung Bandung'. Itu karena Persib lebih memilih para pemain dari luar Bandung dan Jabar, bahkan luar negeri. Sementara pemain binaan banyak yang tersisihkan begitu saja.
"Ini justru ekspresi kami yang selama ini tidak diwadahi dan tidak diakui Persib (PT PBB - red). Potensi pemain Bandung dan Jabar selama ini tidak diakomodasi oleh Persib. Dan kami ingin mewadahi pemain-pemain binaan PS," jelas Suko.
Ia bahkan mengusung back to basic dalam wacana pembentukan Persib 1933. Di mana nantinya, Persib 1933 akan menampung bakat-bakat pemain binaan PS anggota Persib.
Selain itu, pengurus yang ada di dalamnya juga merupakan orang-orang yang ahli di bidangnya. Misalnya mantan pemain dan orang yang benar-benar mengerti sepakbola, tak cuma punya kemampuan finansial.
"Terserah orang mau berpersepsi apapun. Yang jelas ini bukan Persib tandingan. Kita hanya ingin Persib 1933 ini seperti Persib yang dulu, bukan hanya sekedar mencari keuntungan bisnis," tegas Suko.
(ors/avi)











































