Kejadian bermula saat pria tersebut mendatangi tempat mangkal DW di kawasan Alun-alun Kota Bandung, belum lama ini. Sebelumnya pelaku sudah mengikat janji. Singkat cerita, pagi hari atau sekitar pukul 09.00 WIB, DW menyanggupi permintaan kencan pelaku yang diketahui berstatus duda tanpa anak.
"Langsung saya bawa ke hotel. Memang selama ini sudah sering 'main' sama dia," ujar A saat ditemui di Mapolsek Regol, Jalan Moch Toha, Kota Bandung, Kamis (17/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namum saat itu A rupanya memendam amarah. Sebelum berjumpa, pisau dapur yang dibeli seharga Rp 5 ribu itu sudah ia siapkan di dalam tas. Pelaku kemudian diam-diam menyembunyikan pisau di bawah kasur hotel.
Usai bercumbu ria, A yang masih dalam kondisi lelah, langsung mengambil pisau. Bles! Darah segar mengucur dari perut PSK tersebut.
"Saya sakit hati dan kesal. Dia ternyata punya suami. Soalnya dia bohong. Padahal mau diajak nikah sama saya," ucap A yang sudah empat tahun melakoni pekerjaan mengemis di prapatan Jalan Ahmad Yani-Jalan Laswi.
Pengemis yang mampu meraup Rp 80 ribu hingga Rp 100 ribu per hari itu terpaksa kabur setelah korban berteriak minta tolong. Dalam keadaan panik, A hanya bertelanjang dada dan berlari ke arah Rumah Makan Bu Imas atau jaraknya 300 meter dari hotel.
Petugas hotel dan warga yang mengetahui kejadian itu berhasil menciduk pelaku. Patroli Polsek Regol yang kebetulan melintas di lokasi segera mengamankan A dari amuk massa. Sedangkan korban diboyong ke RS Sartika Asih guna menjalani pengobatan.
"Barang bukti yang disita dari tersangka berupa pisau dapur. Tersangka saat ini sudah ditahan," jelas Kapolsek Regol Kompol I Putu Yuni Setiawan didampingi Kanitreskrim AKP Sunarya Ishak.
A terancam hukuman diatas lima tahun penjara karena terjerat Pasal 351 KUHPidana tentang Penganiayaan.
(bbn/ern)











































