Hal itu diungkapkan Iip Hidajat Kepala Bagian Rumah Tangga Pemprov Jabar saat ditemui detikbandung di ruang kerjanya, Jalan Diponegoro, Selasa (15/11/2011).
"Setelah Pusdai kembali dikelola oleh Pemprov, kami segera anggarkan di perubahan untuk perawatan. Untuk pengecatan ini Rp 644 Juta, itu dilelangkan, termasuk untuk konsultan dan kontraktornya," ujar Iip.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemilihan warna dipilih secara demokratis oleh tim, kemudian dilaporkan pada Gubernur untuk minta persetujuan," katanya.
Warna cokelat muda yang pada awal pengecatan ini terlihat seperti warna kuning gading itu dituturkan Iip dinilai paling tepat. "Sebelumnya konsultan mempresentasikan warna dilihat dari efek atau nuansanya untuk masjid. Warna ini dinilai memberikan nuansa keteduhan, kenyamanan, netral dan familiar. Dari argumentasi itu kita pilih warna ini," tutur Iip.
Total luas bidang yang akan dicat ada sekita 10 ribu meter persegi yang diantaranya terdiri dari 7 ribu meter persegi untuk bagian eksterior, 2.693 meter persegi untuk bagian plafon ekspos, 4.413 meter persegi untuk dinding masjid dan 371 meter persegi untuk tempat wudhu.
Dalam berita sebelumnya, setidaknya ada tiga warna gradasi cokelat yang akan digunakan untuk mempercantik Pusdai yang sejak tahun ini pengelolaannya kembali diserahkan pada Pemprov Jabar. Warna cokelat dari yang paling muda hingga yang paling tua yang digunakan yaitu Sedona Dust, Boston Tea Party dan Rich Georgia Clay.
Pengerjaan pengecatan Pusdai ini akan dilakukan selama sebulan lebih, mulai 11 November 2011 hingga 20 Desember 2011.
(tya/ern)










































