Keluarga Pasien Nisza dan RS MAL Dikonfrontir

Keluarga Pasien Nisza dan RS MAL Dikonfrontir

- detikNews
Kamis, 10 Nov 2011 11:59 WIB
Keluarga Pasien Nisza dan RS MAL Dikonfrontir
Bandung - Martin Ismail (27) kembali menceritakan kisah tragis kehilangan anaknya Nisza Ismail (8 bulan) pada Sabtu (21/10/2011) yang disebut meninggal dunia akibat ditelantarkan pihak Rumah Sakit MAL. Ditemani 2 kerabatnya, Martin datang dalam pertemuan di ruang rapat Komisi IV DPRD Kota Cimahi.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Cimahi Masrokhan didampingi beberapa anggota komisi, Kepala RS MAL Zakaria dan beberapa stafnya, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi Husein Rachmadi dan sejumlah staf, serta anggota dari HLKI.

Martin kembali mengulang kronologi bagaimana sakit anaknya hingga meninggal dunia. Usai Martin menjelaskan, bergantian Kepala RS MAL Zakaria menjelaskan kronologi versi RS MAL.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam penjelasan kedua belah pihak, terdapat beberapa perbedaan. Sesekali Martin membantah penjelasan Zakaria. Seperti saat Zakaria mengatakan bahwa bayi Nisza diberikan infus pertama kali pukul 16.30 WIB pada Jumat (21/10/2011).

"Enggak, belum terpasang jam segitu," kata Martin.

Menanggapi komentar Martin, Zakaria mengatakan RS memiliki catatan medis. Bahkan ia menyebut punya bukti rekaman cctv saat ada perbedaan jam masuk RS antara versi RS MAL dan keluarga Nisza.

"Yah, itu kan persepsi dari bapak (Martin-red). Kami ada catatannya," jawab Zakaria. Ia pun secara langsung meminta maaf pada pihak keluarga jika RS MAL dalam memberikan pelayanannya tidak sempurna. Hingga pukul 11.55 WIB pertemuan masih berlangsung.

Nisza meninggal dunia pada pukul 11.00 WIB, Sabtu (22/10/2011). Saat ditangani di RS MAL, keluarga merasa Nisa tidak dirawat dengan baik. Nisa alami panas tinggi disertai step. Berkali-kali, Nisa tidak diobati karena keluarga belum bisa membayar resep obat. Bahkan saat pertama datang pada Jumat (21/10/2011), Nisa dibiarkan hingga empat jam di UGD tanpa penindakan.

Sementara itu pihak RS MAL mengaku telah memberikan obat meski resep belum ditebus pihak keluarga. Pihak RS sengaja menyembunyikannya agar pihak keluarga tetap bertanggungjawab untuk segera mencari uang untuk melunasi biaya obat.


(tya/ors)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads