Ikbal Berharap Aksinya Munculkan Orang yang Lebih Berani Darinya

Ikbal Berharap Aksinya Munculkan Orang yang Lebih Berani Darinya

- detikNews
Senin, 31 Okt 2011 19:07 WIB
Ikbal Berharap Aksinya Munculkan Orang yang Lebih Berani Darinya
Bandung - Dalam tayangan salah satu stasiun televisi hari ini, Ikbal Sabarudin (23) mengaku kapok melakukan aksi nekat nyelonong di depan Wapres Budiono. Namun ia berharap aksinya itu memunculkan orang-orang yang lebih berani darinya.

"(Kapok) Bukan berarti turun semangat. Tapi saya ingin menciptakan orang-orang yang lebih berani dari saya," ujar Ikbal.

Hal itu dikemukakan Ikbal kepada wartawan usai menjalani wajib lapor di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Senin (31/10/2011).

Dengan yakin, ia berharap rekan-rekan mahasiswa dan aktivis lainnya lebih termotivasi melakukan apa yang dianggapnya benar. Apalagi jika sesuatu yang dilakukan untuk kemajuan bersama dan mengubah ke arah lebih baik.

"Dengan munculnya saya itu mudah-mudahan yang lain terlecut untuk melakukan perubahan yang lebih (dari saya) lagi. Apalagi melihat kondisi Indonesia, banyak PR (pekerjaan rumah - red) yang harus dilakukan Presiden, Wapres, menteri, dan lain sebagainya," tutur Ikbal.

Ia kemudian menjelaskan aksi yang dilakukannya. Ada tiga konten yang ingin disampaikannya sehingga melakukan aksi nekat tersebut.

"Pertama, bagaimana menghapus dan menindak koruptor. Kedua, menegur atau menindak pejabat yang tidak amanah. Selanjutnya (pemerintah harus) menghadirkan kesejahteraan dan keadilan untuk masyarakat Indonesia," jelas pria jebolan UIN Sunan Gunung Djati itu.

Sementara disinggung aksi yang dilakukannya sudah diperhitungkan dengan matang atau tidak, Ikbal dengan tegas mengaku sudah memperhitungkannya. Alhasil ia mendapatkan kekerasan dari Paspampres setelah nyelonong di hadapan Wapres Budiono.

"Saya sangat menyesalkan tindakan yang berlebihan itu. Tapi itu sudah dipertimbangkan dan sudah risiko saya," tandas Ikbal.

Ikbal juga menolak disebut kelainan jiwa. Sebab menurutnya kelainan jiwa dinyatakan bagi orang yang benar-benar gila.

"Kalau kelainan jiwa sih sudah benar-benar gila. Kalau (aksi) saya bisa ditafsirkan gila organisasi atau nekatnya. Saya bilang lebih tepatnya nakal," ucap Ikbal.

(ors/ern)


Berita Terkait