Persib Didesak Bersikap Tegas Soal Kisruh PSSI

Persib Didesak Bersikap Tegas Soal Kisruh PSSI

- detikNews
Selasa, 25 Okt 2011 14:59 WIB
Persib Didesak Bersikap Tegas Soal Kisruh PSSI
Bandung - Persib Bandung didesak memiliki sikap tegas dalam menyikapi kisruh yang terjadi di tubuh PSSI. Sebab saat ini Persib mengusung sikap netral alias tidak memihak kubu manapun.

Kisruh sendiri terjadi karena ada perbedaan paham dan keinginan di antara sesama klub. Satu sisi, klub menginginkan kompetisi diikuti 24 klub, sementara sisi lain menginginkan hanya diikuti 18 klub.

Tidak hanya jumlah klub, pengelola kompetisi pun dipersoalkan. Di mana ada kubu yang menginginkan kompetisi digelar PT Liga Indonesia dengan nama kompetisi Liga Super Indonesia (LSI). Sementara kubu lain menginginkan dikelola PT Liga Prima Indonesia Sportindo dengan nama kompetisi Liga Prima Indonesia (LPI).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sependapat dengan apa yang disampaikan Toni Apriliani (anggota komite eksekutif PSSI). Persib memang harus punya sikap tegas, jangan abu-abu seperti sekarang," tegas mantan pemain Persib era 1980-an, Giantoro, saat ditemui di kawasan Jalan Ahmad Yani, Selasa (25/10/2011).

Seharusnya, kata dia, Persib memilih salah satu kubu jika yakin satu di antaranya benar. Jika mengacu pada aturan, Giantoro menilai 13 klub yang menginginkan kompetisi diikuti 18 klub dengan nama kompetisi LSI, jelas sesuai aturan.

"Hasil Kongres II PSSI di Bali disepakati kompetisi diikuti 18 klub. Jadi kompetisi yang digelar harus sesuai statuta PSSI dan statuta FIFA," ungkapnya.

Ia menilai, sikap netral Persib dalam melihat permasalahan yang ada justru menimbulkan kesan negatif. "Justru lebih banyak sisi negatif dibanding positifnya. Persib terkesan cari aman saja, makanya sikapnya abu-abu," cetus Giantoro.

Ia sendiri mendukung apa yang diucapkan Toni Apriliani bahwa Persib bersikap seperti banci karena tidak memihak salah satu kubu. "Toni bukan orang bodoh yang asal mengeluarkan pernyataan," tandas Giantoro.


(ors/avi)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini