Para sopir datang bersama taksinya masing-masing hingga memadati ruas Jalan Merdeka mulai dari perempatan Jalan LRE Martadinata hingga ke depan BIP. Mereka mendengar kabar di radio pemanggil yang menyebutkan ada sopir taksi GR yang dipukuli satpam BIP.
"Saya lagi di Dago, terus di radio diinfo kalau ada pemukulan sopir oleh satpam BIP. Makanya saya kesini," ujar Dindin, seorang sopir taksi GR pada detikbandung saat ditemui di lokasi.
Ia pun mengaku langsung mendatangi BIP untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya. Tak hanya Dindin, puluhan sopir taksi GR melakukan hal serupa usai mendapatkan info tersebut.
Akibatnya arus lalu lintas pun macet dan mengular hingga ke Jalan Ir Juanda dan Jalan LRE Martadinata, karena taksi-taksi tersebut diparkirkan memakan setengah badan jalan. Karena informasi simpang siur, para sopir taksi GR banyak yang bergerombol di luar mal.
Suasana pun sempat memanas, sementara sejumlah sopir taksi dan pihak satpam bermusyawarah di dalam gedung. Beberapa anggota polisi juga terlihat di sekitar lokasi.
Selama sekitar setengah jam bermusyawarah, perwakilan dari sopir taksi GR membubarkan kerumunan massa. Ia menyatakan masalah telah selesai dan tak ada tindak pemukulan apapun.
Pengawas Security BIP, Lulu Lufiansyah, mengatakan kejadian itu bermula saat seorang sopir taksi berhenti menghalangi jalur keluar parkir dari BIP sekitar pukul 21.20 WIB.
"Satpam kami kemudian meminta sopir taksi maju karena menghalangi. Tapi sopir tersebut merasa tidak terima, malah mobilnya dikicetin (menggas mobil-red) sampai hampir menabrak satpam itu," katanya.
Dibelakang taksi tersebut, ada taksi dari perusahaan sama yang memanas-manasi keadaan. Hingga akhirnya perang mulut pun terjadi. Sementara taksi yang nyaris mengenai satpam itu justru pergi.
"Satpam lalu meminta agar sopir turun. Maksudnya untuk meminta identitas dari sopir taksi yang akan menabrak. Namun sopir taksi tersebut malah pengumuman di radio, bilang kalau ada pemukulan," tutur Lulu.
Padahal, kata Lulu, baik dari pihak satpam maupun sopir taksi tak ada kontak fisik. Hanya sebatas adu mulut.
"Sama sekali tidak ada pemukulan. Kami petugas keamanan tahu aturan dan hukum. Paling tadi satpam memaksa keluar sopir taksi untuk dimintai keterangan. Kita kan ingin tahu identitas sopir taksi yang hampir membuat celaka anggota," katanya.
Setelah berunding, kedua belah pihak menyelesaikan salah paham itu ย secara kekeluargaan. Identitas sopir taksi yang menghalangi jalur keluar BIP dan hampir menabrak satpam sudah diketahui.
"Dari masing-masing pihak secara internal akan membina anggotanya masing-masing. Sanksi dari pihak pengurus taksi itu terserah mereka. Kami juga akan melakukan pengarahan pada anggota," jelas Lulu.
Usai mendapatkan keterangan dari pihak perwakilan sopir taksi, sekitar pukul 22.00 WIB mereka pun membubarkan diri. Arus lalu lintas kembali lancar.
(tya/bbn)











































