Kadistan Kota Bandung Dedy Mulya mengatakan saat ini RPH yang berada di area kantor Distan dinilai sudah tidak memenuhi syarat. Sejumlah pihak antara lain dari importir sapi impor dan pegiat pecinta hewan dari Australia menilai tempat jagal di Distan mesti dibenahi lebih modern serta memenuhi hak hewan.
"Tempat itu nantinya untuk memperlakukan hewan secara baik saat sebelum dan sesudah dipotong. Pengusaha sapi impor dan beberap pihak ingin ada tempat RPH yang sehat serta standar internasional," kata Dedy saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (18/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Wajar tak layak, karena tempat ini dibangun sejak 1933. Maka itu perlu tempat baru untuk," jelasnya. Ia menambahkan, perlunya RPH yang layak itu mengacu pada UU No 18 tahun 2009 tentang Peternakan Kesehatan Hewan.
Menurut Dedy, lokasi bangunan RPH baru itu nantinya bakal menjadi titik pusat bagi daerah lain di sekitar Bandung Raya. Kalau di tempat lama ini, per hari memotong sekitar 20 hingga 25 ekor sapi impor.
"Kalau di tempat RPH yang baru nanti bisa 100 ekor sapi impor per hari. Jadi yang dari Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi masuk ke sini," tuturnya.
Ia menegaskan, RPH skala internasional itu juga bisa digunakan untuk memotong sapi lokal. Ditanya soal pendanaan pembangunan RPH tersebut, Dedy menjelaskan dana semua merupakan bantuan dari salah satu pengusaha sapi di Kota Bandung.
(bbn/ors)











































