Pemkot Pastikan Hewan Kurban di Bandung Bebas Antraks

Pemkot Pastikan Hewan Kurban di Bandung Bebas Antraks

- detikNews
Selasa, 18 Okt 2011 14:10 WIB
Bandung - Dinas Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan) Kota Bandung menjamin hewan kurban yang dijual menjelang Idul Adha bebas dari penyakit antraks. Dalam dua tahun terakhir pun petugas tak menemukan adanya hewan kurban berpenyakit di Bandung.

Hal itu diungkapkan Kepala Distan Kota Bandung, Dedy Mulya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (18/10/2011). "InsyaAlloh bebas antraks. Jangan sampai terjadi di Bandung, karena 2 tahun ini kami tidak menemukan hewan antraks," ujarnya.

Untuk memastikan kondisi hewan kurban, pada H-7 nanti Disatan akan menyebar 42 orang petugas untuk memantau hewan kurban. Ia mengatakan bila ditemukan yang berpenyakit atau tidak sehat makan bisa langsung diobati. Dedy berharap, para penjual hewan kurban bisa menjual sapi maupun kambing yang memenuhi standar hewan kurban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Standar hewan kurban itu, hewan yang cukup umur. Misalnya untuk sapi harus yang diatas 2 tahun ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap. Kalau kambing itu yang berumur diatas 1 tahun ditandai dengan tumbuhnya lebih dari sepasang gigi tetap. Selain itu tanduk lengkap, tidak cacat, tidak ada luka atau borok. juga tidak pincang dan lainnya. Hewan kurban juga tidak kurus dan harus bergizi baik," jelasnya.

Sebanyak 60 ribu label, masing-masing 30 ribu label hewan sehat dan 30 ribu label hewan tidak sehat telah disiapkan. Nantinya label tersebut akan dipasang pada seluruh hewan kurban yang di

Sementara itu, untuk kesiapan hewan kurban, Dedy memprediksi akan ada kenaikan 5 persen dibanding tahun lalu, dimana hewan kurban mencapai 27 ribu ekor.

Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Kota Bandung Lia Nur Hambali yang melakukan yang melakukan kunjungan ke Dinas Pertanian meminta pada masyarakat yang akan mebeli hewan kurban untuk lebih selektif membeli hewan kurban. Hewan kurban yang dibeli harus dalam kondisi sehat dan layak.

"Saya imbau masyarakat ini untuk membeli hewan yang ada tanda sehatnya. Saat membeli hewan kurban, tanda sehatnya harus dibawa supaya mencegah penggandaan label," katanya.

(bbn/tya)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini