Apalagi, osteoporosis ini adalah penyakit yang bersifat silent disease, dimana tidak ada gejala dan tidak terasa oleh penderitanya. Penderita biasanya akan menderita nyeri pada bagian tangan, panggul, lutut dan punggung.
"Karena tidak ada gejalanya, itu yang bikin ngeri. Tau-tau penderita mengalami komplikasi seperti fraktur (patah tulang). Lakukan pencegahan sejak saat ini," ujar Marina A Moeliono, dokter fisik dan rehabilitasi dari RS Hasan Sadikin yang juga merupakan Ketua Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (Perosi) Jawa Barat dalam jumpa pers Anlene Scan the Nation di restoran Rice Bowl Mal BIP, Minggu (16/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan pemeriksaan tulang, akan terlihat bagaimana kondisi tulang kita. Kemudian kita bisa melakukan langkah pencegahan lebih cepat. Kalaupun terlambat, harus tetap menjaga asupan kalsium serta olahraga agar tidak memperburuk kondisi," tuturnya.
Berdasarkan data dari Internasional Osteoporosis Foundation (IOF) tahun 2009 di 14 negara Asia diketahui bahwa asupan kalsium orang asia masih rendah. Hal itu membuat orang Asia yang berpostur kecil (massa tulang juga kecil) lebih berisiko terkena osteoporosis. Dari 1.300 mg kalsium yang dibutuhkan per hari, rata-rata orang Asia hanya memenuhi 450 mg.
"Filipina dan Indonesia adalah negara yang asupan kalsiumnya terendah diantara negara lainnya di Asia," kata Marina.
Untuk mengedukasi pentingnya menjaga kondisi tulang Anlene pun membuat kegiatan 'Anlene Scan the Nation', yaitu CSR yang terdiri dari berbagai rangkaian kegiatan salah satunya periksa tulang secara cuma-cuma. Scan bone ini akan dilakukan di 17 hingga 20 kota di Indonesia untuk melakukan pedeteksian osteoporosis.
Warga Kota Bandung dan sekitarnya selama dua hari, Sabtu (15/10/2011) dan Minggu (16/10/2011) bisa melakukan pemeriksaan tulang gratis dalam acara 'Anlene Scan the Nation' yang digelar di Mal Bandung Indah Plaza (BIP) Jalan Merdeka.
Menggunakan alat GE Healthcare's Achillies Ultrasonometer, kepadatan tulang akan diperiksa sebagai deteksi awal. Jika memeriksakan tulang ke RS atau dikter, biayanya bisa mencapai ratusan ribu.
Sejak tahun 2002, scan bone ini telah mengajak 5 juta orang untuk memeriksakan kondisi tulangnya. Tahun ini ditargetkan akan ada 1,5 juta orang yang akan ikut dalam kegiatan sadar bahaya osteoporosis dengan memeriksakan tulangnya.
"Lima juta orang yang diperiksa itu mulai dari usia 25 tahun. Tapi paling banyak di usia 35-40 tahun dimana rawan terjadi osteoporosis. Mereka terbagi dalam tiga kategori, yaitu risiko rendah, sedang dan tinggi," kata Dickson Susanto Marketing Manager Anlene, Fonterra Brands Indonesia. Namun ia mengaku belum mengetahui, berapa prosentasi untuk tiga kategori tersebut karena hingga saat ini masih dikerjakan oleh tim Anlene.
(tya/tya)










































