"Ya sebagai anggota Polri, hal biasa dimintai keterangan provost. Konfirmasi biasa soal apa yang dia lakukan di jalan raya seperti yang ada di video itu," ujar Kapolres Subang AKBP Awal Chaerudin saat dihubungi detikbandung melalui telepon, Rabu (12/10/2011).
Menurut Awal apa yang dilakukan anak buahnya itu adalah upaya menghibur, namun tempatnya salah. "Kalau di jalan raya seperti itu, bisa mengganggu konsentrasi pengendara jalan lain. Dan ini bisa membahayakan keselamatan," ujarnya.
Meski dimintai keterangan Propam, Awal menyatakan belum tentu Bripka Karno masuk sidang disiplin. "Saat ini kita minta keterangannya dulu. Kita lihat juga respon di tengah masyarakat. Yang saya tahu sih berimbang lah pro dan kontranya," tutur kapolres.
Awal juga menyatakan Propam juga tengah mendalami kenapa bisa video aksi anak buahnya itu tersebar di dunia maya. "Siapa yang mengambil, kok bisa ada di YouTube. Itu akan kita pelajari," katanya.
Namun diakuinya untuk teguran terhadap Bripka Karno sudah dilakukannya. "Ya kita tegur biasa saja, supaya dia tidak mengulanginya lagi," pungkasnya.
Dalam video berdurasi 5 menit 29 detik yang diupload oleh '00759670' itu, Bripka Karno mengendarai sepeda motornya dengan lepas tangan, lalu berdiri sambil tangan yang digerakkan seolah mengatur lalu lintas. Aksi menantang maut ini dilakukannya belasan kilometer sejak Jalan Ciater hingga Jalan Cijambe.
Dalam video yang berjudul 'Aksi akrobatik Polantas Subang' terlihat arus lalu lintas ramai. Jalan seringkali ada tikungan. Ia mampu membelokkan sepeda motornya saat di tikungan dengan posisi berdiri. Bahkan ia pun bisa menyalip kendaraan di depannya dengan posisi tangan lepas dari kemudi.
(ern/ern)











































