Pameran yang berlangsung mulai tanggal 11-16 Oktober 2011 ini, menghadirkan berbagai benda yang terbuat dari bambu. Di antaranya bambu yang digunakan untuk ilmu pengetahuan, mata pencaharian, peralatan sehari-hari, kesenian, permainan anak, dan senjata yang dipergunakan masyarakat Jabar.
"Bambu sudah menjadi bagian hidup masyarakat Jabar, baik pada masa lalu maupun sekarang. Kalau bambu dimusnahkan masyarakat Jabar akan rusak," tutur Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudyaan (Disparbud) Jabar Herdiwan Iing Suranta kepada wartawan di sela-sela pembukaan Pameran 'Kriya Awi Koleksi Museum Negeri Sri Baduga', di BIP Jalan Merdeka Kota Bandung, Selasa (11/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini di kita banyak bambu yanh dibuat menjadi tempat sampah, dan masyarakat hanya mengenal sebatas itu. Sementara di Argentina sudah digunakan untuk membuat stadion, yang bambunya berasal dari kita," terangnya.
Benda yang dipamerkan ini dikumpulkan pengelola museum Sri Baduga sejak tahun 1974. "Kami mengumpulkan benda-benda ini sejak museum berdiri hingga sekarang," ujar Nita Julianita Kasi Perlindungan Museum Sri Baduga.
Selain beragam jenis benda yang terbuat dari bambu, pameran ini juga menyuguhkan pagelaran kesenian tradisional Jawa Barat yang memakai waditra dari bahan awi, workshop kriya bahan awi dan lomba mewarnai untuk TK se-Bandung Raya.
(avi/ern)











































