Buruh Gemakan 732 Hari Tolak Outsourcing

Buruh Gemakan 732 Hari Tolak Outsourcing

- detikNews
Senin, 10 Okt 2011 11:33 WIB
Buruh Gemakan 732 Hari Tolak Outsourcing
Bandung - Sekitar 100 orang dari Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 1992 berunjuk rasa di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Senin (10/10/2011). Unjuk rasa ini sekaligus launching Gerakan 732 Hari Tolak Outsourcing.

"Ini adalah launching statement kami, yaitu 732 Hari Tolak Outsourcing. Jadi selama 732 hari atau hingga 2 tahun ke depan kami akan terus menyuarakan hal ini secara nasional," kata Asep Jamaludin, Ketua DPP Konsolidasi Nasional pada detikbandung di sela unjuk rasa.

Jika selama 732 hari pemerintah tidak melakukan upaya serius untuk menyejahterakan buruh diantaranya dengan menghapus sistem outsourcing, maka buruh mengancam akan melakukan mogok nasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam rentang waktu tersebut, SBSI akan terus konsisten memerjuangkan kesejahteraan buruh. Di antaranya mengajukan yudisial review UU No 13/2003 serta membentuk Aliasnsi Penolakan Kerja Kontrak dan Outsourcing.

Asep menuturkan, sistem kerja kontrak atau outsourcing adalah akar segala masalah perburuhan. "Dengan sistem kerja seperti itu buruh sulit berbicara tentang berserikat, hak jaminan sosial dan upah," katanya.

Menurut dia, aksi serupa juga dilakukan di 8 provinsi lainnya di antaranya Banten dan DKI Jakarta. Rencananya Kamis (13/10) para buruh akan menggelar aksi serupa tapi di depan Istana Negara.

"Kami akan terus menyebarkan dan membangun aksi ini secara nasional," tutur Asep.

Dalam aksinya, pengunjuk rasa membawa spanduk 2 X 5 meter bertuliskan :
1.Cabut sistem kontrak dan outsourcing
2.Tolak rancangan BPJS yang akan menggabungkan 4 lembaga jaminan sosial
3.Mendukung KPK untuk segera menyeret pelaku korupsi dalam kemenakertrans
4.Hentikan segala bentuk pemberangusan serikat




(tya/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads