Workshop membatik ini merupakan salah satu rangakaian acara peringatan Hari Batik Nasional. Kegiatan belajar membatik ini diadakan oleh Batik Komar, salah satu pengrajin batik di Jabar. Ketua Yayasan Batik Jawa Barat, Shendy Yusuf pun terlihat ikut mencontohkan pada peserta bagaimana cara membatik yang benar.
Di bawah tenda putih berukuran 2 meter X 10 meter, belasan peserta duduk di bangku kecil. Dua buah ketel kecil berisi lilin pewarna batik disediakan lengkap dengan kompor di bawahnya. Berbekal canting, mereka bergantian mengisi canting dengan cairan pewarna itu untuk menggambari kain berukuran 30 cm x 30 cm.
"Tadi lagi nyari sarapan, eh liat ada long march hari batik, terus saya ikuti. Ternyata ada workshopnya dan gratis. Penasaran soalnya sudah lama ingin nyobain. Seru banget. Ternyata membatik itu harus sabar dan tenang," kata Syahrul Fitya (25) warga Jakarta yang tengah berlibur di Bandung.
Syahrul mengatakan, pada saat workshop, dirinya diajarkan bagaimana cara membuat garis agar tak putus hingga membuat gambar. Selama satu jam, Syahrul berhasil membuat 2 kain saputangan dengan 2 motif berbeda.
"Bikin yang sekecil ini saja lumayan, apalagi tukang batik yang bikinnya besar yah," katanya.
Begitu juga dengan Zaky Firmansyah (21) yang mengaku tertarik ikut workshop membatik untuk melatih kreativitasnya. "Iseng-iseng aja. Ternyata susah-susah gampang. Tapi seru," katanya.
Selain workshop membatik, ada juga melukis batik bagi anak-anak dan orang dewasa di atas media kertas sepanjang 8 meter dengan lebar 1 meter yang dijajarkan di atas trotoar. Para pengunjung CFD bisa ikut serta menggambari kertas yang sebelumnya telah digambari sketsa motif batik oleh Komunitas Kertas Pensil.
(tya/tya)











































