"Saya gembira karena anak dan para remaja diberikan kesempatan untuk menentukan masa depannya sendiri," kata Hatta dalam konferensi persnya di Gedung Merdeka, Jalan Asia-Afrika, Sabtu (1/10/2011).
Menurutnya, para peserta TUNZA dari seluruh negara memberikan berbagai pemikiran untuk masa depannya. "Mereka aktif memberikan pandangan, saran, serta saling sharing informasi," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, pemerintah sendiri ikut mendukung apa yang diinginkan para peserta konferensi dan semua pihak. Salah satunya tentang penggunaan teknologi ramah lingkungan.
"Di Indonesia ada beberapa teknologi ramah lingkungan, contohnya geothermal (pemanfaatan tenaga panas bumi). Di Indonesia itu potensinya 40% dari yang ada di seluruh dunia," jelas Hatta.
Ke depan, Hatta berharap pemerintah memberlakukan berbagai aturan yang membatasi perusakan lingkungan. "Misalnya yang nebang pohon, dendanya harusnya sangat besar," tandasnya.
(ors/ern)










































