Dua Hari, Ratusan Musisi Siap Gebrak 'Bambu Nusantara' di Sabuga

Dua Hari, Ratusan Musisi Siap Gebrak 'Bambu Nusantara' di Sabuga

- detikNews
Jumat, 30 Sep 2011 15:56 WIB
Bandung - Mulai Besok, Sabtu hingga Miggu (1 - 2 Oktober 2011), Republic Entertainment dan Kementerian Kebudayaan Dan Pariwisata Republik Indonesia kembali menggelar Bambu Nusantara World Music Festival (BNWMF). Gelaran kelima ini akan menjadi titik awal dari regenerasi pengisi acara.

Tahun ini panitia mengundang lebih banyak talent muda di bidang musik bambu yang dikategorikan sebagai generasi penerus kalangan senior.

Dalam rilis yang diterima detikbandung, Public Relations Republic Entertainment Sulhan menyatakan perhelatan BNWMF di Sasana Budaya Ganesha Bandung tetap menyajikan bambu sebagai basic music. Kombinasi beberapa alat musik lain dan bentuk alat musik bambu modifikasi anyar juga akan tampil di sini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama dua hari, BNWMF akan menampilkan ratusan seniman dan musisi, seperti Dwiki Dharmawan, Rafli Wa Saja dari Aceh, Sruti Respati dari Solo, Ozenk Percussion, Sisca & Friends, dan Jendela Ide.

Dalam gelaran ini, ada pula sejumlah musisi yang akan berkolaborasi, seperti Bambu Wukir dengan Matthew Arrington, Jatiwangi Art Factory dengan Ary Juliant, dan Sarasvati yang akan didampingi iringan angklung dari SMA Pasundan 2 Bandung.

Tak hanya itu, Balawan juga akan tampil berkolaborasi dengan Gamelan Maestro Project. Selain itu, panggung BNWMF juga akan dimeriahkan dengan penampilan musisi dari sejumlah provinsi di Indonesia, seperti Jawa Tengah, Jambi, Kalimatan Tengah, Jawa Timur, dan Provinsi Banten.

Dalam event kali ini juga akan tampil karya kreatif dari kampus, para mahasiswa akan menampilkan produk bambu yang jarang ditampilkan ke publik. Tahun ini yang mendapatkan kesempatan tersebut dari Fakultas Seni Rupa & Desain Institut Teknologi Bandung, Desain Produk Itenas & Bengkel Kostum STSI Bandung.

Kehadiran kalangan muda dari kampus ini memang berkaitan dengan segmen penonton yang baru. "Kami mengharapkan keberadaan anak muda dari kampus ini bisa menarik anak muda lain untuk datang karena sesuai dengan segmen yang disajikan," katanya.

Berkaitan dengan kalangan muda, kata Sulhan, panitia sengaja menampilkan sejumlah kelompok musik bambu yang dimotori anak muda. Kelompok muda dan cenderung remaja ini tumbuh di sekolah-sekolah dan membentuk komunitas musik bambu.

Nantinya, panggung utama akan menggunakan tiket. Sedangkan 2 panggung lainnya tetap gratis. Upaya ini sebagai langkah awal untuk menangkap segmen baru penonton yang memang berminat menikmati musik bambu berkelas dunia.

(ern/ern)


Berita Terkait