Dibandingkan Bawaku 2010 lalu, alokasi pada 2011 ini terlampau turun tajam. Tahun lalu untuk tingkat SMA menerima Rp 1,2 juta persiswa pertahun, sedangkan SMK mendapat Rp 1,5 juta.
"Sekarang pelajar cuma dapat 300 ribu rupiah. Ini tidak layak. Dinas Pendidikan Kota Bandung tidak mengetahui unit cost yang dibutuhkan siswa perbulan. Duit tersebut hanya cukup untuk satu atau dua bulan," kata Sekjen FAGI Kota Bandung Iwan Hermawan saat berbincang bersama detikbandung via ponsel, Kamis (29/9/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Padahal tiap sekolah sudah menganggarkan dalam RAPBS sebesar 1,2 juta rupiah. Nah, berkurangnya Bawaku Pendidikan pada tahun ini membuat anggaran sekolah jadi defisit serta tidak sesuai rencana. Terpaksa beberapa program harus dibatalkan sekolah dan sekolah mesti melakukan perubahan APBS," tutur Iwan.
Hingga berita ini ditulis, Kadisdik Kota Bandung Oji Mahroji belum memberikan komentar. Saat hendak dikonfirmasi detikbandung via telepon, beberapa kali ponselnya bernada sibuk.
Komisi D DPRD Kota Bandung mempertanyakan kebijakan Disdik Kota Bandung yang menurunkan nominal dana Bawaku bidang pendidikan tingkat SMA/SMK. Pasalnya, alokasi program tersebut pada 2011 ternyata berkurang jauh dengan 2010.
(bbn/bbn)
