Api Ludeskan Rumah Kontrakan Pedagang Nasi Goreng

Api Ludeskan Rumah Kontrakan Pedagang Nasi Goreng

- detikNews
Senin, 26 Sep 2011 18:19 WIB
Api Ludeskan Rumah Kontrakan Pedagang Nasi Goreng
Bandung - Api meludeskan sebuah rumah kontrakan semi permanen yang berlokasi di atas pinggir kali, Jalan Paledang, Gang Cibalong Montok, RT 4 RW 4, Kelurahan Paledang, Kecamatan Lengkong, sekitar pukul 15.00 WIB Senin (26/9/2011). Sumber api diduga berasal dari kebocoran selang regulator gas elpiji.

Rumah milik Edos yang dikontrakan kepada Ediyanto (39) itu ditempati tujuh pedagang nasi goreng. Akibat kejadian tersebut, salah seorang pedagang nasi goreng, Amir (45), mengalami luka bakar di bagian lengan kanan dan dilarikan RS Muhamadiyah.

Saksi mata yang juga pedagang nasi goreng lainnya, Edi (49), mengatakan sebelum kejadian Amir memasak bahan-bahan keperluan nasi goreng.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat Amir mengganti tabung elpiji dengan yang baru, terdengar bunyi bocor gas. Tak lama timbul api dan menyambar lengan kanan Amir," papar Edi di lokasi kejadian.

Beberapa orang yang berada di dalam rumah itu bergegas lari keluar. Sebagian orang lainnya yang berada di lantai dua, terang Edi, terpaksa meloncat ke kali yang airnya sedang susut.

Kobaran api sekejap membesar dan melahap rumah. Puluhan warga sekitar yang mengetahui kebakaran tersebut berjibaku memadamkan api dengan mengambil air di kali.

"Tapi tadi angin sedang besar, terus sempat merembet ke rumah sebelah. Api hanya sedikit mengenai rumah itu," ucap Edi.

Beruntung petugas Dinas Kebakaran Kota Bandung cepat tiba di lokasi sehingga api tidak merembet ke bangunan lainnya. Tujuh unit mobil pemadam dikerahkan ke lokasi dan api berhasil dijinakan 30 menit setelah kejadian.

Kapolsek Lengkong Kompol Philemon Ginting mengatakan korban yang mengalami luka bakar diboyong ke RS Muhamadiyah untuk mendapat pengobatan. Sebanyak enam tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram diamankan polisi sebagai barang bukti.

"Diduga penyebab api yakni kebocor pada selang regulator gas," ujar Philemon di lokasi kejadian.


(bbn/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini