"Sekarang geng motor sudah muncul lagi. Bila tak ada keperluan penting, diimbau masyarakat jangan keluar malam," kata Kapolretabes Bandung Kombes Pol Widodo Eko Prihastopo kepada wartawan di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Mingu (25/9/2011).
Widodo menyampaikan itu berdasakan bukti yang dimilikinya. Ia mengatakan, seminggu lalu polisi menangkap tujuh anggota salah satu geng motor yang melakukan pencurian dengan kekerasan di sekitar Jalan Supratman, Kota Bandung, atau tepatnya di sebuah minimarket 24 jam. Semua yang diciduk pria dan mayoritas masih remaja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 30 Desember 2010 lalu, lebih dari 1500 orang hadir dalam kegiatan 'Deklarasi Pembubaran Geng Motor', di Lapangan Tegalega. Mereka terdiri dari empat geng motor, masing-masing GBR, Moonraker, Brigez, dan XTC. Mereka membacakan pernyataan sikap membubarkan diri. Pernyataan tersebut juga terpampang juga spanduk berukuran sekitar 2x4 meter yang berisi pernyataan bersama XTC, Brigez, Moonaraker dan GBR Kota Bandung.
Isi spanduk tersebut yakni:
Kami segenap anggota dan pengurus XTC, Brigez, Moonaraker dan GBR Kota Bandung, dalam rangka mewujudkan situasi Kamtibmas Kota Bandung yang kondusif dengan ini meyatakan.
1. Kami bersama seluruh komponen masyarakat lainnya ikut berpartisipasi membantu tugas aparat keamanan menjahi diri dari kegiatan berandalan bermotor dalam rangka menjaga dan mewujudkan Kota Bandung yang aman dan kondusif.
2. Kami akan membubarkan diri sebagai geng motor dan mengubah imej dari komunitas dengan kegiatan negatif mejadi komunitas dengan kegiatan yang positif. Serta ikut memberantas kejahatan bermotor yang ada di kelompok kami.
3. Kami siap mendukung dan mewujudkan 7 agenda pembangunan Kota Bandung dan 5 gerakan lingkungan hidup menuju Kota Bandung sebagai kota jasa bermartabat.
4. Kami siap ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku jika ada di antara kami yang melakukan tindak pidana dan pelanggaran hukum lainnya.
(bbn/avi)











































