600 Pelajar Darul Hikam Serukan Antikekerasan

600 Pelajar Darul Hikam Serukan Antikekerasan

- detikNews
Rabu, 21 Sep 2011 15:50 WIB
600 Pelajar Darul Hikam Serukan Antikekerasan
Bandung - Sebanyak 600 pelajar dari SMP dan SMA Darul Hikam menggelar aksi damai terkait insiden tawuran antara pelajar dan wartawan di Jakarta. Mereka menyerukan antikekerasan dalam bentuk apapun.

Pelajar laki-laki dan perempuan itu datang berombongan ditemani sejumlah guru dan Kepala Sekolah Darul Hikam. Aksi mereka dipusatkan di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (21/9/2011). Ratusan pelajar yang masih mengenakan seragam sekolah itu tiba sekitar pukul 14.45 WIB.

"Satu komandao, satu perjuangan, anti kekerasan," terikat para pelajar itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sesaat kemudian, mereka serempak duduk dan mendengarkan sambutan Ketua DPRD Jabar Irfan Suryanegara.

"Kekerasan itu bukan budaya orang Indonesia. Bukan pula budaya Sunda dan Islam. Jadi, jangan ada lagi segala bentuk kekerasan," singkat Irfan melalaui pengeras suara disambut suara riuh pelajar.

Setelah itu, tiga pelajar yang diwakili Ketua OSIS SMP dan SMA Darul Hikam, serta Ketua OSIS Darul Hikam Internasional School membacakan pernyataan empat poin pernyataan sikap.

Beberapa poin yang dbacakan mereka antara lain, "Kepada kaum terpelajar untuk menjadi teladan moral dan benteng moral bagi bangsa Indonesia. Kepada kakak-kakak media massa untuk lebih memberikan bobot pemberitaan yang bernilai pembinaan moral, akhlak, dan karakter," ujar perwakilan pelajar Darul Hikam.

Sejumlah pelajar membawa poster bertulis, 'Tawuran Bukan Ajang Eksistensi', 'Tingkatkan Solidaritas Antarpelajar', dan 'Ciptakan Kecerdasan Tanpa Kekerasan'

Kepala Sekolah Darul Hikam Nandang Koswara mengatakan aksi damai ini sebagai bentuk keprihatinan atas pelajar SMAN 6 Jakarta yang melakukan perilaku kekerasan terhadap wartawan.

"Ini menyakitkan, masa berani memukuli wartawan," ujarnya kepada wartawan di sela aksi.

Alasan membawa muridnya turun ke jalan, kata Nandang, sebagai bentuk menentang keras suatu kekerasan. Para kader atau pelajar Darul Hikam ini, lanjut dia, untuk diajarkan pelajaran di lapangan dalam upaya membentuk pendidikan karakter yang menghargai sopan santun dan antikekerasan.

Unjuk rasa itu berakhir sekitar pukul 15.10 WIB bertepatan turunnya hujan yang mengguyur Kota Bandung. Puluhan polisi tetap berjaga-jaga mengamankan aksi damai tersebut.


(bbn/ern)


Berita Terkait