Dokter Puskesmas Puter, Popy Budiwati, mengatakan kondisi Dafa saat ini dinyatakan sehat dan perilakunya selama ini belum berbahaya bagi kesehatan. Ulah tak lazim bayi tersebut masih bisa dicegah.
"Saya sudah sarankan kepada orang tuanya untuk menjauhkan kertas di dalam rumah. Selain itu, paling utama ialah pengawasan dari orang tua anak," kata Popy yang menyambangi rumah Dafa di kawasan Sadang Serang, RT 8 RW 15 Kelurahan Sadang Serang, Kec. Coblong, Kota Bandung, Senin (19/9/2011).
Mengenai situasi yang sudah terlanjur dialami Dafa, menurut Popy masih belum berbahaya. Sebab, Dafa tidak mengonsumsi kertas setiap hari. "Saya sarankan tadi untuk banyak minum air mineral, agar bisa menetralisir," kata Popy kepada wartawan.
Selama ini orang tua Dafa yakni Wiwin (24) dan Suryana (25) khawatir dengan kondisi kesehatan Dafa. Mencegah Dafa tidak makan kertas selalu dilakukan. Kertas berupa koran, kalender, dan lainnya, sudah disingkirkan dari dalam rumah. Namun anak tersebut masih bisa menemukan kertas secara tak sengaja di dalam serta luar rumah.
Langkah saat ini dari orang tua Dafa sudah benar. Setiap anaknya menangis minta kertas, selalu tidak dituruti. Namun Dafa membalas dengan bereaksi rewel. Bagaimana mengatasi agar perilaku itu hilang?
"Alihkan perhatianya dengan mainan-mainan edukatif. Misalnya mainan kayu yang fungsinya bisa membentuk suatu susunan. Selain itu, jauhkan sementara Dafa dari kertas," ucap Popy.
Kondisi kesehatan Dafa dalam waktu beberapa bulan ke depan bakal terus dipantau petugas Puskesmas Puter melalui layanan posyandu di daerah sekitar
(bbn/ern)











































