"Selain acara bersih-bersih, tadi juga dilakukan pelepasan belasan jenis burung dan beberapa ekor tupai. Ini sebagai bentuk menjaga kelestarian Baksil sebagai hutan," kata Ketua BCCF, Ridwan Kamil, di Baksil, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Mingggu (18/9/2011).
Burung yang dilepas ratusan anak muda dari beberapa komunitas ini antara lain burung piit, burung kacamata dan burung manyar. Sedangkan tupai-tupai mungil yang dikeluarkan dari sangkar, langsung meloncat bebas ke pepohonan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tentu saja satwanya sesuai dengan habitat di tempat ini. Setelah acara konfrensi itu, gerakan mencintai hutan bakal terus berlanjut. Menurut Ridwan, komunitas-komunitas di Bandung setiap minggu akan rutin melaksanakan pelepasan beragam jenis burung.
"Untuh hari ini, komunitas yang hadir antara lain dari komunitas fotografi, arsitektur, dan perwakilan mahasiswa," ucap Ridwan.
BCCF yang ditunjuk Kementerian Lingkungan Hidup sebagai panitia lokal Tunza International Children & Youth Confrence On the Environment 2011, menggerakan para komunitas di Bandung untuk terlibat menyukseskan acara tersebut.
Kegiatan skala internasional ini digelar di Gedung Sabuga, Jalan Tamansari, Kota Bandung, pada 27 September 2011 hingga 1 Oktober 2011 mendatang. Sebanyak 1.500 peserta yang berasal dari 100 negara turut memeriahkan kegiatan itu. Dalam rangkaian acara tersebut, kawasan Baksil akan dilaunching sebagai Hutan Kota Dunia.
(bbn/avi)











































