Melihat antusiasme yang ada, Mamic mengucapkan rasa terima kasih karena mendapat sambutan yang begitu luar biasa dalam karir pertamanya di Indonesia, khususnya di Bandung.
"Terima kasih kepada semua antusiasme reporter dan fans (Persib) di Bandung," ucap Mamic.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan antusiasme seperti itu, Mamic mengaku semua orang di tubuh Persib punya tanggungjawab besar kepada publik. "Pemain, staf pelatih, dan semuanya harus menyadari bahwa kita punya tanggung jawab besar," ungkap Mamic.
Ia pun mengaku cukup tahu dengan apa yang diinginkan bobotoh, yakni gelar juara. Sebab, gelar juara tak pernah mampu dibawa Persib sejak terakhir jadi juara liga di musim 1994/1995.
"Saya tahu semua orang di sini menginginkan Persib jadi juara. Itu target yang bagus tentunya, tapi untuk mewujudkannya tidak mudah. Tanpa bantuan kalian semua, target juara tidak akan tercapai," jelasnya.
Kepada jajaran pejabat di PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Mamic sempat melontarkan sanjungan. "Terima kasih kepada semua jajaran direksi dan semua orang di Persib sudah memberi kesempatan melatih salah satu klub terbaik di Indonesia," ungkap Mamic.
(ors/bbn)











































