Hal itu terungkap saat Menteri Pertahanan Serbia Dragan Sutanovic berkunjung ke Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Rabu (14/9/2011). Dalam kunjungan itu Wagub Jabar Dede Yusuf menyambut kedatangan Dragan bersama rombongannya.
"Mereka mengajak kerjasama (pengiriman) furnitur ke sana, tapi dalam bentuk knockdown (setengah jadi - red)," kata Dede ditemui usai menerima Dragan.
Menurut Dede, Dragan tertarik melihat beberapa furniture yang ada di Gedung Sate. "Dia nanya apa mungkin enggak kita bikin kerja sama," ucapnya
Ketertarikan Dragan pada furniture karena di negara asalnya kayu dan rotan terbilang mahal. Apalagi untuk furniture yang sudah jadi. "Di Eropa itu ada perjanjian, produk Eropa kalau dijual di Eropa tidak kena pajak. Tapi kalau dari Indonesia dikirim ke sana, kena tax (pajak - red) 20 persen," jelasnya.
Dengan begitu, sambung Dede, maka muncul ide di mana Jabar atau Indonesia membuat produk setengah jadi kemudian dikirim ke Serbia.
"Nanti di sana ditambahin border atau apalah. Misal kursi kaki-kakinya dari sini, metalnya dari sana," ungkapnya.
"Mereka minta nantinya jadi produk Serbia. Tapi saya katakan tidak mau jadi produk Serbia, bagaimana kalau kita namai Serbindo. Mereka setuju. Dan nanti barang itu tidak kena pajak kalau dijual di Eropa," kata Dede.
Rencananya, tahun depan Pemprov bakal mengirim Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Jabar ke Serbia. Hal itu untuk memokuskan kerjasama seperti apa dan apa saja yang dilakukan.
"Nanti kita adakan kunjungan kembali, tapi BKPM juga akan membawa pengusaha dari sini," tandas Dede.
(ors/ern)











































