Secara umum, klub kebanggaan warga Jawa Barat ini terasa kental dengan fanatisme suporternya. Wajar saja bobotoh lantang memberi kritik tajam karena sudah merindukan Persib merengkuh juara di kancah sepak bola Indonesia. Terakhir Persib menjadi juara di Liga Indonesia pertama pada 1994.
"Selama tekanan positif, hal itu tak akan menghancurkan saya. Dalam sepak bola ada dua jenis tekanan. Tekanan positif dan negatif," papar Mamic saat berkesempatan buka suara di hadapan wartawan di Hotel Savoy Homann, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Sabtu (10/9/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski baru kali pertama menukangi klub asal Indonesia, Mamic merasa yakin bisa cepat beradaptasi. Mamic mengaku belum memperoleh informasi banyak soal kondisi serta seluk beluk Persib.
"Yang saya tahu, Persib merupakan salah satu klub terbaik di kompetisi lokal. Informasi lainnya saya belum banyak tahu. Tapi saya sudah tahu karakter permainan sepak bola di Asia," ucap pria yang lahir pada 25 Mei 1953 ini.
(bbn/tya)











































