"Kalau ada sopir bus setelah tes urine ternyata ada zat psikotropika maka kita akan melanjutkannya dengan pemeriksaan lebih lanjut," kata Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP Sambodo Purnomo di Terminal Cicaheum, Jalan AH Nasution, Kota Bandung, Rabu (24/8/2011).
Sebanyak 100 sopir yang mengemudikan bus antar kota antar provinsi (AKAP) dan antar kota dalam provinsi (AKDP) di terminal tersebut diperiksa tes urine serta kesehatan. Mereka terlihat antusias digelarnya kegiatan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabid Terapi dan Rehabilitasi Badan Narkotika Provinsi Jabar, Dani Herdiana, mengatakan pihaknya menyiapakan 100 buah rapid test atau alat tes narkotik.
"Hasil tes urine itu nanti terlihat apakah sopir positif atau negatif menggunakan zat terlarang," jelasnya.
Menurut Dani dalam tes urine itu BNP Jabar memeriksa berdasar lima parameter yakni benzodiazepme (psikotropika), cocain, morphine, methamphetamine, dan MDMA(narkotika).
Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari Operasi Ketupat Lodaya 2011. Petugas gabungan itu terdiri dari Polrestabes Bandung, Dishub Kota Bandung, Satnarkoba Polrestabes Bandung, Badan Narkotika Provinsi Jawa Barat, dan Jasa Raharja Bandung.
Belum diketahui apakah ada sopir yang dinyatakan positif dalam kegiatan tersebut. Petugas masih melakukan pendataan.
(bbn/ern)











































