"Nanti para sopir itu selain diperiksa kesehatan, juga dites urine dan tes alkohol," jelas Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP Sambodo Purnomo di Terminal Cicaheum, Jalan AH Nasution, Rabu (24/8/2011).
Menurut Sambodo, pemeriksan kesehatan terhadap para sopir bus yang hendak mengangkut penumpang selama arus mudik ini memang perlu dilakukan. Alasannya, kata dia, mengetahui sejak awal kondisi fisik sopir itu tujuannya guna meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas.
"Para sopir itu diperksa secara acak. Target kami hari ini ada 100 sopir yang diperiksa kesehatan dan urine," papar Sambodo.
Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari Operasi Ketupat Lodaya 2011. Petugas gabungan itu terdiri dari Polrestabes Bandung, Dishub Kota Bandung, Satnarkoba Polrestabes Bandung, Badan Narkotika Propinsi Jawa Barat, dan Jasa Raharja Bandung.
Pantauan detikbandung, beberapa anggota polisi menjemput para sopir. Lalu diminta masuk toilet keliling yang mendadak disediakan di Cicaheum. Setelah itu, air seni para sopir dites di mobil Badan Narkotika Provinsi Jawa Barat.
Sementara di ruang kesehatan, para sopir juga diperiksa kondisi fisiknya. Mereka diukur tensi dan tes alkohol. Empat dokter Seksi Kedokteran dan Kesehatan Polrestabes Bandung dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
(bbn/ern)











































