Hal itu diungkapkan Eep pada wartawan usai mengikuti sidang pembacaan putusan di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LRE Martadinata, Senin (22/8/2011).
"Setelah ini saya akan lebih bersyukur. Saya akan menyelesaikan puasa, menyelesaikan ibadah saya. Saya juga akan meminta maaf pada masyarakat Kabupaten Subang karena setahun ini saya tidak pernah keliling desa. Biasanya saya nginep di desa-desa di Subang," ujar Eep dengan suara bergetar diikuti mata yang berkaca-kaca.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bersyukur pada Allah SWT. Ini sesuatu yang sangat luar biasa. Sebagai manusia yang khilaf dan bodoh saya mendapatkan ilmu yang paling berharga dari proses peradilan yang ditimpakan kepada saya. Sekali lagi saya mengucapkan terimakasih yang tak terhingga pada pemerhati keadilan, pada pers yang setia meliput persidangan saya. Dan juga pada masyarakat, pada majelis hakim dan pada JPU. Saya mengucapkan terimakasih yang tak terhingga, ini berarti proses peradilan yang adil masih ada di negara RI yang tercinta ini," katanya.
(tya/ern)











































