Diduga aksi teror yang menimpa dua pos polisi tersebut masih satu rangkaian. Kejadian tersebut berlangsung Kamis (18/8/2011) sekitar pukul 22.15 WIB.
Saksi mata, Nono (40), mengetahui persis perusakan pos polisi yang berlokasi di depan Puskemas Pasirkaliki atau tepatnya lampu merah Jalan Tjokroaminoto dan Jalan Djunjunan. Saat itu dirinya berada di sekitar puskesmas tersebut.
"Satu pria tiba-tiba mengelurkan benda dibalik kaus sebelah kanan. Setelah itu langsung memecahkan salah satu bagian kaca," ujar Nono saat ditemui di lokasi kejadian, Jumat (19/8/2011).
Nono mengatakan, peristiwa itu berlangsung singkat. Pria tak dikenal itu langsung kabur bersama rekannya yang sudah menunggu di sepeda motor. "Mereka kabur ke arah Jalan Pasirkaliki bawah atau menuju IP," ucapnya.
Diduga dua pria misterius itu kembali melancarkan aksi teror di pos polisi depan IP atau lampu merah antara Jalan Tjokroaminoto dan Jalan Pajajaran. Jarak lokasi pertama dan kedua ini sekitar 500 meter. Pantauan di lokasi pos tersebut, lantai keramik terlihat ada bekas abu kain yang terbakar dan gosong. Namun tidak tampak kerusakan.
Hingga kini belum diketahu pasti motif teror tersebut. Belum ada pihak kepolisian yang memberikan keterangan resmi terkait kejadian tersebut.
(bbn/ern)











































