"Enggak ada bekal khusus. Palingan saya bawa sarung kojo (andalan-red) untuk tidur," ujar Trieklas Tesa saat berbincang sebelum keberangkatan ke Bandara di Rumah Cemara, Jalan Gegerkalong Girang, Kamis (18/8/2011).
Ia mengaku tak khawatir dengan makanan sehingga tak membawa bekal berupa makanan. Namun berbeda dengan Tesa, anggota tim lainnya Ginandjar Sudradjat justru membawa teh tarik dalam kemasan ke Perancis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain membawa teh tarik, Ginan, begitu ia akrab disapa juga mengaku membawa banyak jaket. Padahal ia sendiri mengatakan di sana juga tak sedang musim dingin.
"Bisi tiris (takut dinging-red) jadi bawa beberapa jaket. Selain itu sih enggak ada barang khusus yang dibawa. Yang dibawa sih pastinya spirit supaya bisa mamprang (berani-red)," katanya.
Menutup perbincangan, Ginan pun meminta doa agar perjalanan ke Perancis, yang ditempuh dalam 16 jam itu bisa berjalan lancar.
"Doain yah, soalnya deg-degan numpak kapal. Bisi enggak bisa tidur," tutur Ginan kocak.
(tya/ern)











































