Hal itu diungkapkan beberapa orang anggota tim saat berbincang sebelum berangkat ke bandara untuk bertolak ke Perancis petang nanti di Rumah Cemara, Jalan Gegerkalong Girang, Kamis (18/8/2011).
"Di pertandingan ini memang bawa Indonesia, tapi saya tidak mau dijadikan beban. Yang jelas saya mau memberikan yang terbaik di lapangan nanti," ujar Ginandjar Dradjat. Hasil pertandingan nanti menurutnya bagaimana upaya tim nanti menampilkan permainan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebelum main untuk Indonesia, saya main untuk diri saya sendiri. Saya mengeluarkan semampunya yang saya bisa. Enggak ada target, yang penting main bagus. Karena kan kita semua juga enggak tahu seperti apa sih atmosfer main disana. Yang pasti sih ecxiting," kata laki-laki berambut mohawk itu.
Persiapan yang ia lakukan untuk menghadapi pertandingan, di antaranya mengikuti latihan rutin serta persiapan fisik dan mental.
Model pertandingan ini menggunakan sistem street soccer, di mana 4 orang melawan 4 orang dan tidak ada sitem gugur. Nantinya 8 orang pemain yang mewakili Indonesia itu akan bermain secara bergantian dalam setiap pertandingan.
Sementara itu Humas Rumah Cemara, Bonang menuturkan, besar harapan Tim Indonesia ini bisa mengharumkan nama bangsa.
"Ya targetnya bisa mengharumkan nama bangsa supaya ada ekspansi level internasional dalam sebuah prestasi dari mereka yang termarginalkan. Tapi sudah bisa mengirimkan saja ini sudah jadi sebuah sejarah buat kita," kata Bonang.
Sama dengan pertandingan sepakbola lainnya, akan ada beberapa gelar juara yang akan diberikan, namun ia mengaku belum tahu ada berapa juara dan apa saja hadiahnya.
(tya/ern)











































