"Sudah dua kali dirawat. Tapi yang kedua ini cukup mengejutkan karena beliau meninggal," kata Ajat Sudrajat (59), kerabat almarhum.
Hal itu dikemukakan Ajat saat ditemui di rumah duka, Jalan Kopo, Kamis (11/8/2011). Dijelaskan Ajat, sekitar setengah tahun lalu Euis sempat dirawat di RS Santosa hingga kondisinya membaik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Euis meninggalkan seorang suami, Gugum Gumbira, koreografer Sunda (pencipta jaipongan) serta empat putri dan 11 cucu. Euis sendiri meninggal sekitar pukul 02.15 WIB tadi di RS Santosa.
Ismet Ruhimat, kerabat almarhum yang merupakan pentolan grup musik Sambasunda mengatakan, Euis berencana bakal dioperasi tim dokter. "Tapi keburu meninggal," ucap Ismet.
(ors/ern)











































