Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Jabar Dicky Saromi saat ditemui di Gedung Sate usai presentasi PT Haji Kalla, Jumat (5/8/2011).
"Karena monorel menggunakan rute atas, jadi pilihan rutenya bukan hanya untuk mengatasi kemacetan tapi juga memberikan efisiensi dan efektifitas pergerakan penumpang," ujar Dicky pada wartawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun dikatakan Dicky, pemprov pun memberikan usulan agar rute tidak hanya bisa mengurangi kemacetan di dalam kota namun juga untuk wilayah perbatasan lain seperti menuju Tanjung Sari, Jatinangor dan Ciwidey.
Ia pun menuturkan, kapasitas jalan di Bandung saat ini dalam kondisi mengkhawatirkan dengan kecepatan perjalanan rata-rata hanya 20 km per jam. "Saya perhitungkan sampai lima tahun ke depan di Bandung ini bisa stuck," katanya.
Dicky menuturkan, sudah saatnya membangun transportasi massal yang akan disenangi masyarakat sehingga mengurangi kemacetan.
(tya/ern)










































