Hal itu disampaikan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jabar di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Jumat (5/8/2011).
"Untuk TFR, Jabar menargetkan pada tahun 2015 bisa mencapai rata-rata 2 anak, serta untuk rata-rata usia perkawinan pertama wanita diharapkan minimal 20 tahun. Sedangkan untuk laju pertumbuhan penduduk kita menargetkan pencapaian penduduk tanpa pertumbuhan pada tahun 2055 mendatang," ujar Heryawan.
Ia menjelaskan, pada 2010 Jabar telah berhasil menurunkan jumlah TFR menjadi rata-rata 2,3 anak sehingga laju pertumbuhan penduduk (LPP) Jabar kembali turun dari 1,20 persen menjadi 0,77 persen.
"Namun karena jumlah penduduk Jabar yang besar, maka diproyeksikan penduduk Jabar pada 2013 berkisar 44,9 juta jiwa dan pada 2025 diproyeksikan berkisar 52,7 juta jiwa," tuturnya.
Saat ini, kata Heryawan, Jabar merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia dengan 43 juta penduduk atau sekitar 18,11 persen dari total penduduk Indonesia.
Oleh karena itu, BKKBN memiliki tugas sebagai motor pengendali pertumbuhan penduduk melalui strategi penurunan angka kelahiran serta pendewasaan usia perkawinan. Siti Fathonah dilantik sebaai Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jabar menggantikan Rukman Heryana yang telah memasuki masa purna bakti.
(tya/ern)











































