Sepekan ke depan, Moeldoko harus menyerahkan jabatannya itu pada penggantinya Mayjen Muhamad Munir. Ia dipromosikan menjadi Wakil Gubernur Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas).
"Alhamdulillah jadi Bintang 3," ujar Moeldoko saat ditemui usai mengikuti acara Tradisi Penerimaan Pangdam Baru di Makodam III Siliwangi, Jalan Aceh, Kamis (4/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sudah berkomitmen dengan Pandam yang baru nanti untuk melanjutkan program yang bagus, karena ada program yang memiliki dampak strategis untuk ketahanan wilayah," ujar suami dari Koesningsih ini.
Ia menjelaskan, Program Pesta Petani Muda Indonesia digelar beberapa waktu lalu di Intitut Pertanian Bogor. Kampus tersebut dipilih karena menurutnya di sanalah sumber scientis bidang pertanian.
"Berdasarkan Kepres, TNI dan Polri itu harus terlibat untuk swasembada pangan. Makanya kami mengumpulkan pemuda dari berbagai daerah untuk perkuatan tentang pertanian. Kegiatan ini mendapat respon luar biasa. Harus dipikirkan, apa masih ada yang mau jadi petani apa engga nanti, ini menyangkut food security," jelasnya.
Sementara program PPBN dilakukan untuk memberikan wawasan kebangsaan dan bela negara pada santri di pesantren. Bahkan program ini juga pernah dilakukan Moeldoko di Pesantren Al Zaitun yang beberapa waktu lalu disebut-sebuh memiliki keterkaitan dengan NII.
"Pesantren harus disentuh karena di sana adalah salah satu tempat lahirnya calon pemimpin bangsa. Kalau dulu kita yang samperin pesantren, tapi kalau sekarang malah banyak pesantren yang mau dan mendatangi kita. Itu adalah bentuk antusiasme masyarakat," katanya.
Sementara untuk program Bedah Desa dinilai sebagai program yang strategis dan berdampak langsung pada masyarakat. Ia menganalogikan jika 1 kodim bisa melakukan bedah desa pada 2 desa maka pembangunan di tingkat desa akan semakin baik. Namun ia pun mengajak peran serta dari stakeholder lainnya untuk turut berpartisipasi.
"Kita saat ini hanya memiliki 22 kodim sehingga baru bisa menangani sekian banyak desa. Tentara hanya punya tenaga dan keinginan baik tapi tidak punya materi, karena itu kami mengajak membangun dengan stakeholder kelas menengah keatas utnuk investasi di bidang CSR," tutur bapak 2 anak itu.
(tya/ern)











































